Siang telah menggulung malam. Pancaran cahaya hangat sang mentari begitu terasa pagi ini. Akhir pekan memang selalu dinanti. Hah. Sungguh bahagianya menikmati sabtu yang santai dan jauh dari rutinitas kuliah. Tidak ada mandi pagi, tidak ada menggosok pakaian dengan terburu-buru seperti hari lainnya. Yang ada hanya sya..la…la…la…la…la…la… Menonton TV sepertinya menjadi pilihan yang tepat kali ini. Segera saja remot melayang ke tanganku. Belum lama mencari channel yang menarik, tiba-tiba saja pintu kamar pondokanku digedor-gedor. Di hari sabtu seperti ini, siapa lagi yang melakukan hal seperti itu kalau bukan dia. Yah. Q-cook. Hah. Anak itu. Belakangan ia sangat rajin menghabiskan hari sabtunya dengan jogging keliling kampus Unhas setelah berganti almamater hijau. Tidak lupa ia mampir ke Pondok Putih, pondokan kami (aku, Oki, dan Nahli). Kawan-kawan yang kukenal sejak SMA ini memang selalu menjaga kontak. Meski si Q-cook bukan lagi warga Unhas, tapi toh dia masih saja berlalu l...
Enam puluh delapan tahun Indonesia mencecap kemerdekaan. Itu artinya sudah lebih dari setengah abad Indonesia bebas dari penjajahan kolonial. Memikirkan hal itu membuatku melambung ke masa-masa sulit warga Indonesia ketika harus memperjuangkan kemerdekaannya. Aku bisa membayangkan kondisi mereka melalui buku-buku sejarah yang kubaca sejak belajar di Sekolah Dasar. Memang miris kalau membayangkan betapa kerasnya penderitaan nenek-nenek kita di masa itu. Tapi aku sangat kagum akan gigihnya perjuangan mereka dalam merampas dan mempertahankan kemerdekaan. Sudah menjadi ritual wajib setiap tahunnya merayakan upacara 17-an di seluruh pelosok tanah air. Tidak terkecuali di kecamatanku, kecamatan Lembang –kecamatan yang berada di sebuah kabupaten yang sangat kaya akan sumber daya alamnya yang bernama Pinrang yang merupakan bagian dari daerah Sulawesi Selatan. Sebuah kebiasaan yang sejak aku kecil masih dijaga hingga saat ini ialah menyambut perayaan 17 Agustus. Selama satu mi...
Lama sekali jari-jari ini fakum dari menekan tuts keyboard untuk menorehkan tinta-tinta kehidupanku. *Dehh, lebayku. :D Akhir minggu ke tiga kuliah. Tepatnya hari jumat. Momen yang sangat langka bisa menghabiskan waktu siang hari dan sedikit bersantai di dalam kotak berukuran tiga kali tiga meter ini. Betapa tidak, di hari lain banyak sekali rutinitas dan setumpuk amanah dari sekian banyak organisasi yang kunaungi yang harus segera dilaksanakan demi mengejar deadline. *padahal cuma dua. :D Senin-jumat kuliah. Di sela-sela kuliah ada rapat organisasi di jurusan, siaran di radio kampus, kerja tugas kuliah, kesibukan di FLP, menggalang dana untuk anniversary EBS. Oh masih ada satu lagi, sekarang Reskia sedang mencoba peruntungan di dunia bisnis dengan jualan pulsa. Hehe. Yah. Lumayan sibuk, setidaknya bagiku. But take it fun! J Hari ini bisa kabur sebentar dari rutinitas yang kadang menyebalkan nyaman sekali rasanya. Hari ini dosen mata kuliah Morfologi tidak masuk. Yeyy! Selanj...